Milist.info Dewasa ini, internet bisa dibilang sudah menjadi salah satu kebutuhan
sehari-hari masyarakat. Mereka mengakses internet saat bekerja,
belajar, ataupun sekadar untuk membunuh kebosanan. Sayangnya, banyak
orang yang tidak memperhatikan keamanan di dunia maya yang rentan. Untuk
itulah kali ini Tech in Asia merangkum beberapa hal yang perlu Anda hindari saat terhubung dengan internet. Berikut ulasannya:
1. Menggunakan Wi-Fi gratis di tempat umum
Mungkin Anda termasuk orang yang suka bekerja di sebuah kafe atau restoran dengan menggunakan jaringan hotspot
yang disediakan. Meski memudahkan Anda mendapat konektivitas internet,
Wi-Fi umum dapat menjadi ancaman tersendiri bagi penggunanya. Terlebih
bila menggunakan jaringan untuk transaksi yang memerlukan identitas
kartu kredit atau akun tabungan lainnya, Anda bisa saja menjadi korban
empuk bagi penjahat cyber.
Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan bila sedang menjelajah dunia
maya melalui jaringan ini. Pertama, pastikan Anda menggunakan jaringan
Wi-Fi yang aman dan terpercaya, jangan sampai Anda terkecoh dengan
jaringan palsu yang kemungkinan memiliki malware dan virus. Kedua, sebelum Anda log in
ke sebuah website, pastikan bahwa itu aman atau pastikan cari ‘https’
dengan simbol gembok terkunci dan periksa sertifikat keamanannya.
Ketiga, lindungi semua perangkat gadget Anda, termasuk laptop,
tablet, dan smartphone dengan software antivirus yang selalu update.
Keempat, sebisa mungkin hindari melakukan transaksi online, terlebih
dalam jumlah yang besar. Pilihan terakhir adalah, Anda dapat membawa
modem sendiri ke manapun, atau menggunakan mobile hotspot dari smartphone.
2. Menggunakan password yang sama untuk semua akun
Kebanyakan orang malas menghafal banyak password, sehingga mereka
cenderung menggunakan satu kombinasi password yang sama di semua akun.
Hal ini berbahaya karena ketika seorang hacker berhasil
membobol sebuah akun Anda, mereka akan secara leluasa mencoba membuka
akun privasi lainnya dengan kombinasi password yang sama.
Lalu, bagaimana solusi terbaiknya? Gunakan kombinasi password yang
berbeda namun tetap mudah Anda hafal. Jangan lupa gunakan aplikasi
tambahan seperti password manager yang banyak tersedia di berbagai gadget untuk membantu Anda mengatur dan mengingat setiap password yang dimiliki.3. Otomatis menyimpan password di browser atau aplikasi
Ketika browsing baik menggunakan smartphone maupun PC, terutama saat menggunakan browser yang baru terpasang, biasanya Anda ditawari untuk menyimpan password di dalam browser. Tujuannya tak lain untuk memudahkan ketika melakukan log in website yang membutuhkan password. Dengan begitu, Anda tak lagi perlu mengetik password.
Meski mempermudah Anda, hal tersebut kerap menjadi celah bagi orang
lain untuk mengetahui password Anda dengan mudah. Pasalnya, password
tersebut bisa dilihat melalui History yang ada di dalam browser yang sering digunakan. Apabila Anda sering meminjamkan laptop atau smartphone pada orang lain atau sering browsing menggunakan perangkat orang lain, biasakan untuk tidak menyimpan password di dalam browser. Memang membutuhkan sedikit waktu tambahan, tapi ini bisa menjamin keamanan Anda di dunia maya.
4. Menggunakan konfigurasi default di media sosial
Dengan alasan malas atau lainnya, beberapa orang tidak mengutak-atik
laman Setting pada akun media sosialnya. Padahal terdapat jaminan
keamanan yang lebih baik bila dilakukan kustomisasi konfigurasi di laman
tersebut.
Contohnya seperti Facebook yang sifatnya sangat terbuka dan mudah
dipahami. Pengguna lainnya yang tidak dikenal dan tidak berteman dengan
Anda bisa melihat isi Facebook Anda. Hal ini akan menjadi celah keamanan
privasi bagi setiap pengguna Facebook, terutama bagi yang sering
menceritakan aktivitas (termasuk foto) yang dijalani. Dengan begitu,
mereka yang berniat jahat kepada Anda bisa dengan mudah mengetahui
posisi, kegiatan, dan kebiasaan yang sering Anda lakukan.
Solusinya adalah Anda dapat meluangkan sedikit waktu untuk mengatur
konfigurasi privasi media sosial yang Anda gunakan. Dari pengaturan
tersebut, Anda bisa mengatur siapa-siapa saja yang bisa melihat post Anda, sehingga tidak semua orang bisa melihatnya.
5. Mengabaikan backup data berkala
Salah satu kesalahan yang tak luput dilakukan adalah tidak mencadangkan berbagai file
penting di PC atau gadget lainnya. Kehilangan data memang sering
terjadi, apa pun perangkat yang digunakan. Karenanya, tak ada salahnya
untuk melakukan backup data secara berkala, misalnya dalam jeda waktu dua minggu sekali.
Kehilangan data dapat terjadi karena beberapa hal, seperti salah
menghapus data, terhapus secara tidak sengaja, atau karena media
penyimpanan (micro SD) yang bermasalah atau corrupt. Solusi terbaiknya adalah dengan melakukan backup menggunakan hard disk tersendiri atau pun menggunakan media penyimpanan gratis berbasis cloud seperti Google Drive, Dropbox, Box, dan sejenisnya.
6. Tidak mengaktifkan Firewall dan mengacuhkan update anti-virus
Secara umum sistem operasi populer yang sudah ada saat ini memang
sudah dilengkapi dengan Firewall yang dapat berguna untuk memonitor
keluar masuknya sebuah koneksi atau jaringan yang Anda akses. Walaupun
Firewall tidak dapat memberikan perlindungan secara menyeluruh, namun
hal ini akan semakin membantu Anda tetap aman ketika terhubung dengan
sebuah jaringan apabila pengaturan Firewall ini diaktifkan.
Selain mengaktifkan Firewall, tak ada salahnya untuk selalu
menggunakan anti-virus dengan versi terbaru. Dengan menggunakan
anti-virus, tentunya Anda akan mendapatkan notifikasi ketika sistem
mendeteksi adanya gangguan, seperti malware atau virus saat
terhubung ke jaringan. Notifikasi tersebut biasanya akan ditampilkan
jika software anti-virus yang Anda miliki mendeteksi virus yang dikenal,
atau perilaku yang mencurigakan, seperti modifikasi file pada laman Registry.



0 komentar:
Posting Komentar