![]() |
| Ilustrasi Sumber |
Jakarta, Milist.info Untuk membuat
produk kerajinan, diperlukan perencanaan yang matang, misalnya produk kerajinan
pakaian. Dalam perancangan produk kerajinan pakaian, diperlukan berbagai interaksi
ilmu pengetahuan, misalnya pengetahuan tentang kebiasaan masyarakat
(antropologi dan sejarah), ukuran badan (antropometri), ukuran pakaian (standardisasi), bentuk dan perhiasan
(pendidikan moral: etika, gaya hidup), pengetahuan bahan (fisik), teknik
pembuatan (rekayasa), perhitungan biaya produksi (akuntansi), promosi
(publikasi), pemasaran (marketing), kemasan (desain), dan ilmu yang lainnya.
Perencanaan
produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai estetika,
keunikan (craftmanship), keterampilan, dan efisiensi. Sementara dalam
pemenuhan fungsinya, lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih
bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.
Sistem
produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan
fungsional. Komponen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri atas:
bahan (material), mesin dan peralatan, tenaga kerja modal, energi, informasi, tanah
dan lain-lain. Komponen fungsional terdiri atas supervisi, perencanaan,
pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan,yang kesemuanya berkaitan dengan
manajemen dan organisasi. persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi
dalam proses perancangannya uatu sistem
produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga aspek-aspek lingkungan seperti
perkembangan teknologi, sosial dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat
memengaruhi keberadaan sistem produksi itu.
Produk
kerajinan umumnya diproduksi ulang atau diperbanyak dalam skala home
industry. Oleh karena itu, dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu yang
harus dipenuhi dalam proses perancangannya, adalah sebagai berikut :

0 komentar:
Posting Komentar