![]() |
| Gambar Ilustrasi Merdeka.com |
Jakarta, Milist.info Kali ini milist.info memuat artikel tentang Sejarah hubungan kolonial antara Raffles dan Keraton Yogya sebagaimana dilansir dari merdeka.com. Inggris adalah salah satu negara yang pernah menjajah negara
kita. Nah, salah satu penguasa yang paling terkenal di masa penjajahan
Inggris adalah Thomas Stampford Raffles. Di masa pemerintahannya,
Raffles menggunakan tiga prinsip yaitu, kerja rodi dan penyerahan wajib
diganti dengan penanaman bebas oleh rakyat, peran bupati sebagai
pemungut pajak diubah karena bupati menjadi bagian dari pemerintahan
kolonial, dan karena tanah adalah milik pemerintah, maka rakyat adalah
penyewa.
Salah satu taktik yang dia gunakan untuk menguasai wilayah Jawa
adalah menjalin persahabatan dengan para raja. Namun sayang, Raffles
mulai melupakan persahabatan itu ketika brhasil mencapai tujuannya.
Lalu, bagaimana kisahnya?
Salah satu kerajaan yang menjalin persahabatan dengan Belanda adalah
Keraton Yogyakarta. Namun, konflik yang ditimbulkan oleh pemecatan
Sultan Sepuh nggak semakin mereda, malah semakin panas. Sultan Sepuh
yang pernah dipecat oleh Daendels, kembali sebagai Sultan Hamengkubuwana
II dan Sultan Raja meminta pengembalian kedudukannya sebagai putera
mahkota. Namun Sultan Raja nggak puas dengan keputusan yang diambil oleh
ayahnya. Akhirnya, Sultan Raja mengirim surat kepada Raffles melalui
Babah Jien Sing. Isi surat itu mengatakan bahwa keadaan Yogyakarta
dibawah kekuasaan Sultan Hamengkubuwono II menjadi nggak terkendali.
Setelah membaca surat itu, Raffles menjadi berfikir bahwa Sultan
Hamengkubuwono II adalah seseorang yang nggak bisa diajak kerjasama dan
bisa menjadi halangan buat dia. Setelah membaca surat itu, Raffles
mengirimkan pasukan untuk menurunkan tahta Sultan Hamengkubuwono II.
Nah, sekarang kamu sudah tahu bahwa Raffles memiliki pemikiran bahwa
siapapun yang menghalangi jalannya harus disingkirkan agar tidak
mengganggu. Hal ini membuat rakyat kebingungan tentang siapa penguasa
yang sedang memimpin. Lalu, bagaimana pendapatmu?

0 komentar:
Posting Komentar