menerapkan sejumlah prisip berikut ini :
- Pilihlah orang yang tepat
- Pastikan bahwa Anda menujukkan teladan etika yang selalu tanpa cela
- patuhi hukum
- katakan yang benar itu benar
- Hormati orang lain
- berpeganglah pada ungkapan, "Lakukan sesuatu untuk orang lain sebagaimana yang engkau ingin orang lain melakukan untukmu".
- Di atas segalanya jangan lakukan kekerasan (Primum non mocere)
- Pratekan partisipasi bukan paternalisme
- Selalu bertindak ketika Anda punya kewajiban
Institusionalisasi Etika dalam Oragnisasi
Pelembagaan etika dalam organisasi dapat dilakukan antara lain melalui perumusan kode etik organisasi atau profesi, pembetnukan komisi-komisi etika, program pelatihan etika dalam pengembangan sumber daya manusia, dan social analis (laporan tentang kegiatan perusahaan yang menyangkut kepentingan masyarakat, seperti penyelamatan lingkungan hidup, kualitas produk, kondisi kerja yang aman).
Baca juga : Perangkat Etika
Tujuan akhir dari institusionalisasi adalah terwujudnya prilaku etik di dalam organisasi dalam istilah lain, terbentuknya ahlak yang mulia. Sementara itu prakarsa-prakarsa etik melalui pelatihan etika ditujukan untuk menyediakan "alat" yang diperlukan oleh karyawan untuk mengidentifikasi isu-isu etika dan berusaha untuk menyelesaikannya (Rice & Dreilinger, 1990). Perkara etik yang efektif berfokus pada peningkatan kesadaran karyawan, yang pada gilirannya akan menumbuhkan sikap yang positif dan proaktif terhadap masalah-masalah etika.
Prinsip-prinsip dasar etika sebagai sistem nilai pada umunya telah diperoleh sesorang sejak awal perkembangannya sebagai manusia, baik dari lingkungan terdekat maupun dari pendidikan formalnya. Pengajaran etika dalam perkembangan sumber daya manusia adalah pembinaan lebih lanjut dari prinsip-prinsip dasar itu dan sekaligus menempatkan dalam konteks tertentu, misalnya, konteks bisnis. Termasuk ke dalam pembinaan itu adalah pengembangan sikap kritis terhadap acuan-acuan normatif yang dimiliki.
Baca juga : Fungsi-fungsi EDM
Di samping itu pemimpin dalam organisasi seharusnya menjadi model atau teladan perilaku bagi para bawahan. Keteladanan ini perlu diperankan secara konsisten oleh pemimpin pada semua jenjang organisasi. Komitmen yang kuat terhadap penerapan terhadap etika bisnis dapat pula ditumbuhkan melalui diskusi-diskusi terbuka tentang masalah-masalah etika. Para menejar secara terus menerus mengupayakan agar karyawan menjandikan karyawan-karyawan menjadikan pertimbangan-pertimbangan etisk sebagai bagian instrinsik pertimbangan itu ke dalam suatu model penyelesaian masalah atau pengambilan keputusan. Selanjutnya adalah : Lingkungan Manajemen Sumber Daya Manusia.

0 komentar:
Posting Komentar