Sabtu, 29 Juni 2019

Lingkungan Intternal Manajemen SDM

esdem.info Melanjutkan dari postingans sebelumnya tentang Lingkungan Manajemen Sumber Daya Manusia maka kali ini adalah Lingkungan Intternal Manajemen SDM. Lingkungan internal adalah faktor-faktor atau kondisi umum yang berbeda di dalam suatu organisasi, yang mempengaruhi manajemen organisasi. Menurut Mondy dan Noe (1990), paling tidak ada tiga factor internal utama yang mempengaruhi manajemen sumber daya manusia, yakni : misi, kebijakan dan budaya perusahaan.
a.     Misi
Misi adalah “the organization’s continuing purpose or reason for being”.  Setiap jenjang manajemen harus bekerja dengan suatu pemahaman yang jelas tentang misi organisasi  atau perusahaan. Selanjutnya tiap misi organisasi (Misalnya : divisi, bagian, departemen, unit pabrik) harus benar-benar memahami tujuan-tujuan organisasi yang sejalan dengan misi organisasi itu. Berikut ini adalah contoh pengaruh misi perusahaan terhadap praktek manajemen SDM.

Misi perusahaan yang spesifik harus dipandang sebagai satu factor internal utama yang mempengaruhi aktivitas manajamen sumber daya manusia. Misalnya perusahaan A bertujuan untuk menjadi pemimpin teknologi yang paling maju, sementara perusahaan B bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang bersiaft konservatif, dengan pengambilan resiko yang kecil. Dengan kata lain, perusahaan B akan terjun dalam bisnis hanya jika perusahaan lain telah terbukti berhasil memasarkan produknya. Perusaan A membutuhkan lingkungan yang kreatif untuk mendorong munculnya ide-ide baru. Pekerja-pekerja dengan keterampilan tinggi harus terus direkrut untuk memacu pengembangan teknologi. Perhatian yang terus-menerus pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan hal yang esensial. Program kompensasi yang dirancang untuk mempertahankan dan memotivasi pekerja-pekerja yang paling produktif juga sangat penting.


Tugas-tugas pokok manajemen sumber daya manusia yang harus dilakukan oleh perusahaan B tidak berbeda dengan perusahaan A, tetapi misi yang dipilihnya mengharuskan perusahaan B untuk menyesuaikan tugas-tugas pokok itu. Perusahaan B memerlukan pekerja yang agak berbeda. Orang-orang yang memiliki kreatifitas tinggi mungkin tidak suka bekerja di peruahaan B. Karena misinya mendorong pengambilan resiko yang rendah, sebagian besar keputusan mungkin dibuat dijenjang manajemen yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, pengembangan manajemen pada jenjang yang lebih rendah mungkin hanya mendapatkan sedikit perhatian.

b.     Kebijakan
Suatu kebijakan adalah suatu pedoman yang ditetapkan untuk memberikan arah dalam proses pengambilan keputusan  (a predetermined guide established to provide deriection in design making). Sebagai pedoman kebijakan bersifat agak fleksibel, sehingga memerlukan interpreatasi dan pertimbangan dalam penggunaannya. Kebijakan bisa memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap cara manajer menjalankan tugas-tugas atau mencapai tujuannya.

Misalnya banyak perusahaan yang mempunyai kebijakan “pintu terbuka”, yang memungkinkan seorang pekerja untuk membawa suatu masalah ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi di dalam organisasi, jika masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh penyelian atau atasan langsungnya. Karena mengetahui bahwa bawahan mereka bisa membawa masalah itu ke eselon yang lebih tinggi, maka para penyelia cenderung mencoba lebih keras untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Beberapa contoh kebijakan yang secara potensial mempengaruhi manajemen sumber daya manusia adalah :
  1.          Menyediakan tempat kerja yang aman bagi pekerja
  2.       Mendorong para pekerja untuk mewujudkan potensinya semaksimal mungkin.
  3.          Memberikan balasa jasa gaji / upah, insentif, program kesejahteraan yang dapat mendorong produktivitas yang tinggi, baik dari segi mutu maupun jumlah.
  4.          Memberikan prioritas bagi pekerja yang telaha da untuk mengisi posisi yang lowong, bila mereka memenuhi syarat untuk itu.


c.      Budaya Persuahan

Sebagai salah satu factor internal yang mempengaruhi manajemen budaya perusahaan menunjuk pada iklim sosial dan ppsikologis dari suatu perusahaan. Budaya perusahaan didefinisikan sebagai system nilai kepercayaan, dan kebiasaan yang dianut bersama di dalam sebuah organisasi yang berintraksi dengan struktur formal untuk menciptakan norma-norma perilaku (Sharplin, 1985 dalam Mondy & None, 1990). 

Download File di Sini

0 komentar: